ICTROPS 3 2019, Bahas Tropical Studies



ICTROPS 3, Bahas Tropical Studies

PIU IsDB Unmul kembali menggelar konferensi internasional
yang ketiga, 26-27 Agustus lalu. The 3rd ICTROPS  (The 3rd International Conference on
Tropical Studies and Its Applications) yang rutin diadakan sejak 2017 ini,
mengangkat tema “Integrated and Applied Research on Tropical Studies”. Tema ini
sangat sesuai dengan Pola Ilmiah Pokok (PIP) Unmul. Wakil Rektor I Unmul, Prof.
Dr. Ir. Mustofa Agung Sardjono, yang turut hadir membuka acara tersebut
mengatakan, tema ini sesuai dengan visi jangka panjang Unmul, yaitu menjadi
universitas kelas dunia.

“Guna menggapai hal itu kami berusaha untuk mengoptimalkan
Pola Ilmiah Pokok kami yaitu Hutan Tropis Lembab dan Lingkungannya untuk
diadopsi di semua fakultas dan unit kerja di universitas ini,”jelasnya. Dirinya
juga menyadari bahwa posisi UNMUL yang terletak di pulau Kalimantan adalah
sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia. “Dan situasi ini akan menjadi
keunggulan komparatif bagi kami dalam mengembangkan universitas,” harapnya.
Meski begitu, Guru Besar Fakultas Kehutanan UNMUL itu juga menyadari, bahwa
hutan hujan tropis lembab di provinsi ini wilayahnya terus berkurang dalam
kurun waktu tiga dekade terakhir.

Konferensi yang diadakan di Mesra International Businnes and Resort Hotel,
Samarinda ini, dihadiri keynote speaker dari INSA France (Prof. Khaled
Chetehouna dan Prof Driss Boutat), Chulalongkorn University, Thailand (Assist,
Prof. Warinthorn Chavasiri, Ph.D), Kyusu University, Japan (Prof. Kuniyoshi
Shimizu) dan dari Aligarh Muslim University, India (Prof Syed Ziaur Rahman).
Selain itu, juga dihadiri para invited speaker dari beberapa universitas di
tanah air. Seperti dari Universitas Trisakti/Prodia Lab (Prof. Ferry Sandra),
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten (Prof. Dr. Yeyen Martyani, M.Si),
Universitas Negeri Malang (Dr. Fatchur Rohman, M.Si), dan dari Universitas
Jember (Dr. dr, Erma Sulistyaningsih, M.Si).Kemudian, dari Unmul sendiri
diwakili oleh Dr. dr. Sjarif Ismail dan Dr. RR. Harlinda Kuspradini, M.P.

Dalam pembukaan ICTROPS tersebut, WR I juga mengungkapkan
kebanggaannya, lantaran dalam acara ini para peneliti dari beberapa negara ikut
serta. “Sungguh suatu kebanggaan bagi UNMUL karena para peneliti handal lintas
negara dapat menghadiri kegiatan ini. Selamat datang di Kalimantan Timur,”
ungkapnya sebelum membuka acara secara resmi dalam Bahasa Inggris.

Deforestasi dan degradasi hutan di provinsi ini sebutnya,
terutama disebabkan oleh eksploitasi berlebihan, penebangan pohon, konversi dan
kebakaran hutan serta penggunaan lahan lainnya yang tidak berkelanjutan. 

“Harapan saya konferensi ini akan mampu tidak hanya
menghasilkan artikel ilmiah internasional saja, tetapi juga mendorong para ahli
untuk menemukan strategi cerdas dan ide – ide baru untuk mengatasi masalah
ekosistem, melestarikan sumber daya, dan meningkatkan kualitas kehidupan
masyarakat,” tutupnya. (agy-PIU ISDB/ frn-Humas Unmul-foto: humas)